Selasa, 04 Oktober 2011

Definisi dan Ruang Lingkup Psikologi Sosial


Pengantar
Psikologi Sosial sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam lingkungan sosialnya, baru berkembang lebih kurang seratus tahun yang lalu. Sebelumnya gejala perilaku manusia dalam masyarakatnya dipelajari dalam Sosiologi dan Antropologi. Adapun psikologi sosial lebih menekankan pada tingkah laku manusia sebagai individu, sebagai ilmu yang relatif baru dalam perkembangannya banyak menggunakan materi-materi yang sudah ada dalam disiplin ilmu Sosiologi dan Antropologi.

Fokus kajian Psikologi Sosial lebih bertitik tolak pada manusia sebagai individu yang membina hubungan-hubungan sosial di masyarakat, misalnya persepsi, motivasi dan sikap, dan berusaha memahami proses-proses yang mempengaruhi kelangsungan dan keseragaman jenis maupun bentuk hubungan social seperti kepemimpinan, kerja sama, dan konflik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek studi dalam psikologi sosial lebih menitik beratkan pada semua kondisi psikologis individu dalam masyarakat, dalam hal ini berusaha melihat hubungan yang ada antara berbagai kondisi sosial dengan kondisi psikologis individu dalam masyarakat. Yang dimaksud kondisi sosial di sini adalah semua aspek yang ada dalam lingkungan sosial yang mempengaruhi individu. Dalam kehidupan sehari-hari individu akan selalu berhubungan dengan orang lain yang dikenal sebagai interaksi sosial yang merupakan proses saling mempengaruhi.
Berdasarkan prosesnya, interaksi ini dibedakan dalam 3 pola hubungan, yaitu :
1. Interaksi antar individu, bila seorang individu berhubungan dengan orang lain (baik hadir secara nyata maupun berupa pilihan alternatif saja)
2.  Interaksi yang terjadi karena hubungan individu dengan kelompok (terjadi hubungan timbal balik)
3.  Interaksi yang terjadi karena hubungan antar kelompok (dua atau lebih).
Pengertian Psikologi Sosial

Ada beberapa pengertian psikologi sosial antara lain:
1. Sherif & Sherif (1956) Social psychology is scientific study of the experience an behavior individuals in relation to social stimulus situations.
2. Krech, Crutchfield, & Ballachey (1962) Social psychology can be defined as the science of interpersonal behaviorevents.
3. Dewey & Umber (1966). Social psychology is the study f the individual human being as he interacts, largely symbolically, with his environment.
4. J.B. Watson (1966). Psikologi Sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang interaksi manusia.
5.  Mc. David & Harari (1968). Social psychology is scientific study of the experience an behavior of individuals in relation to ather individuals, groups, and culture.
6. Jones & Gerard (1967). Psikologi Sosial merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku inividu-individu sebagai fungsi dari rangsang-rangsang social.
7. Roven & Robin (1976). Psikologi Sosial adalah suatu disiplin ilmu pengetahuan yang mencoba memahami, menjelaskan dan meramalkan bagaimana pikiran, perasaan dan tindakan individu-individu yang dipengaruhi, baik secara langsung oleh pengamatan dan khayalan, maupun secara tak langsung oleh pemikiran-pemikiran, perasaan-perasaan dan tindakan-tindakan orang lain.
8.  Worchel & Coopeer (1976). Psikologi Social merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara individu-individu dipengaruhi oieh situasi-situasi social.
9.    Shaver (1977). Psikologi Sosial adalah ilmu yang mempelajari tentang faktor-faktor personal dan faktor-faktor situasional yang mempengaruhi tingkah laku sosial seseorang/individu.
10. Vander Zanden (1977). Psikologi Sosial adalah ilmu pengetahuan yang mencoba memahami dan menjelaskan bagaimana pemikiran, perasaan dan tingkah laku individu-individu dipengaruhi oleh kenyataan, khayalan atau secara tak langsung oleh adanya atau kehadiran orang lain.
11. Baron & byrne (2000). Psikologi Sosial adalah bidang ilmu yang mengkaji tentang hakikat dan sebab-sebab dari perilaku dan pikiran-pikiran individu dalam situasi social.

Berdasarkan pengertian dari para ahli tentang psikologi social diatas, maka ada dua istilah yang digunakan para ahli untuk menggambarkan Psikologi social, yakni dengan istilah ilmu pengetahuan dan individu.
Ilmu pengetahuan yang dimaksud disini adalah menjelaskan bahwa psikologi sosial hanya mempelajari suatu gejala dalam kondisi yang terkontrol. Spekulasi-spekulasi yang hanya didasarkan pada perkiraan-perkiraan saja tidak berlaku untuk menyusun hukum-hukum maupun teori-teori psikologi sosial. Sedangkan penggunaan istilah individu dalam definisi di atas menunjukkan bahwa unit analisa dari psikologi lebih dititik beratkan pada individu, bukan pada masyarakat secara keseluruhan ataupun kebudayaan dari masyarakat tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan rangsangan-rangsangan sosial yang ada di sekitar individu, termasuk dalam karya-karya manusia ini antara lain adalah norma-norma, kelompok sosial dan produk-produk sosial lainnya.

Ruang Lingkup Psikologi Sosial

Dengan merujuk definisi-definisi di atas, maka Shaw & Constanzo membagi ruang lingkup Psikologi Sosial dalam 3 wilayah studi, yaitu:
1. Studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya: studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat).
2. Studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, perilaku meniru, dan lainnya.
3. Studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan, komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama, persaingan, dan konflik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar